Beranda
Analisis Cuaca
Penyandian Data Synop

Sandi synop

Penyandian  Data Synop Meteorologi Permukaan

Penyandian dalam seksi ini lebih rumit dari penyandian dalam seksi 0 sehingga diperlukan ketelitian dalam penyandianya. Sehingga sandi bisa dibaca dan dapat memahami kondisi cuaca pada saat pengamatan sesuai jam pengamatan yang sudah ditentukan. Kesalahan dalam penyandian akan menyebabkan kesalahan tafsir kondisi cuaca yang sebenarnya mengingat data yang dikirim dalam bentuk sandi sinop digunakan untuk membuat prakiraan cuaca baik dalam skalaa global maupun regional.

Seksi 1 (Part. 1)


Bentuk sandi dalam seksi 1 sebagai berikut :

iRiXhVV Nddff 1SnTTT 2SnTdTdTd 3PoPoPoPo 4PPPP 5appp 6RRRtR 7wwW1W2 8NhClCmCh
Sandi dalam seksi 1 diatas memiliki urutan yang sangat jelas, setelah sandi iRiXhVV   Nddff, urutannya dimulai dari angka 1 hingga 8. Jadi sebenarnya untuk mengingat urutan seksi ini sangatlah mudah dan sangat kecil  kemungkinan kita terbolak-balik dalam menuliskannya.

iRiXhVV 
iR merupakan sandi pengenal ada atau tidaknya hujan yang terdiri dari 5 sandi.
Dalam laporan sinop hujan di baca tiap 3 jam yaitu jam 00, 03, 06, 09, 12, 15, 18, dan 21 UTC.
  • Sandi 0 dan 1 hanya dilaporkan pada jam 00,06,12,18 UTC jika terjadi hujan.
  • Untuk jam antara, seperti 03,09,15,21 UTC jika terjadi hujan menggunakan sandi 2.
  • Yang membedakan antara sandi  0 dan 1 adalah saat terjadinya hujan. Bila hujan terjadi 3 jam terakhir sebelum jam 00,06,12,18 UTC , maka sandi iR adalah sandi 0.
Contoh : jam 4.30 UTC, di Cilacap terjadi hujan. Maka pengamatan jam 06.00 UTC sandi iR menggunakan 0. Untuk sandi 1, sama saja seperti sandi 0, yaitu digunakan pada jam utama saja, yaitu pada jam 00,06,12,18 UTC. Namun perbedaannya terletak pada terjadinya hujan. Jika 3 jam sebelum jam utama terjadi hujan, saat jam utama sandi iR yang digunakan pasti sandi 0 Jika 3 jam sebelum jam utama tidak ada hujan, sedangkan 6 jam sebelum jam utama terjadi hujan, maka iR menggunakan sandi 1. Contoh : Hujan terjadi pada jam 02.20 UTC. Setelah itu jam 03.00 UTC hujan berhenti hingga jam 06.00 UTC. Maka saat pengamatan jam 06 UTC, sandi iR yang digunakan bukan sandi 0, tapi sandi 1.

iRiXhVV 
iX merupakan sandi pengenal keadaan cuaca yaitu cuaca bermakna atau tidak bermakna. Maksudnya bermakna yaitu yang berpengaruh secara significant terhadap kehidupan manusia, seperti terjadi petir, terjadi hujan, terjadi hujan+petir, terjadi kabut, dan fenomena significant lainnya. Untuk sandi lengkapnya, dapat dilihat di buku TTP sinoptik tabel 1860. Namun yang sering digunakan di lapangan hanya 2 sandi, yaitu :
Perlu diingat dalam menghitung interval waktu pengamatannya. Dalam jam pengamatan itu ada Jam Utama (00,06,12,18 UTC) dan Jam Antara (03,09,15,21 UTC) dan Jam Biasa (01, 02, 04, 05, 07, 08, 10, 11, 13, 14, 16, 17, 19, 20, 22 ,23 UTC). Dalam menghitung interval waktunya sebagai berikut : Untuk jam utama (00,06,12,18 UTC) keadaan cuaca yang berlalu dilihat adalah hingga 6 jam sebelum jam pengamatan itu. Untuk jam antara (03,09,15,21 UTC) keadaan cuaca yang dilihat adalah hingga 3 jam sebelum jam pengamatan itu. Untuk jam biasa cuaca yang dilihat hanya pada 1 jam sebelum pengamatan itu.

iRiXhVV 
h adalah sandi tentang tinggi dasar awan terendah. Untuk sandi lengkapnya dapat dilihat di buku TTP pengamatan sinop pada Tabel 1600. Sandi yang saya bahas disini hanya sandi yang biasa digunakan dalam pengamatan cuaca synoptik. Dalam menentukan tinggi dasar awan, semua tergantung pada prakiraan setiap observer. Namun ada jangkauan nya, jangan asal memprakirakan tinggi awan.  Sandi yang biasa digunakan untuk tinggi dasar awan rendah ada 3, yaitu : 


iRiXhVV 
VV adalah sandi jarak pandang terjauh dimana suatu objek dapat terlihat dengan jelas (visibility). Visibility, dilihatlah ke segala arah, kemudian dipakai visibility yang paling rendah. Contohnya dia arah utara kira-kira visibility 5km, selatan, 8 km, barat 7 km, maka visibility yang dipakai adalah yang terdekat yaitu 5km.

Untuk sandi visibility  lengkap dalam, dapat dilihat di buku TTP pengamataan sinop Tabel 4377. Dalam pelaksanaannya visibility di kelompokan dalam beberapa group dan yang sering dipakai  adalah dibawah 5km, dan 5km – 30 km.

Untuk grup dibawah 5 km, dihitungnya tiap 100 meter. jadi ubahlah dulu satuannya menjadi meter, setelah itu dibagi dengan angka 100. Contohnya visibility 1700 meter. Maka sandinya adalah 1700 : 100 = 17 dan  seterusnya.

Untuk grup antara 5km – 30 km, dihitung tiap 1 km, jadi satuannya dalam km. Setelah itu tambahkan dengan angka 50. Contohnya, visibility 7 km, maka sandinya adalah 50+7= 57

Hal yang lebih penting untuk diketahui adalah, visibility dibulatkan ke bawah. Jadi semisal visibility 6.750 meter. Karena  termasuk ke dalam grup antara 5km – 30 km, maka dihitung tiap 1 km. Jadi dibulatkan kebawah menjadi 6 km. Setelah itu sandinya menjadi 6+50=56.
{next}

Seksi 1 (Part. 3)

iRiXhVV Nddff 1SnTTT 2SnTdTdTd 3PoPoPoPo 4PPPP 5appp 6RRRtR 7wwW1W2 8NhClCmCh
1SnTTT
Grup ini adalah melaporkan suhu udara. Suhu udara diamati dengan meliahat Termometer bola kering. Untuk sandi Sn merupakan tanda suhu udara negatif atau positif : 

Sn
  1. Sandi Sn  ini tidak hanya untuk suhu udara, namun juga digunakan di titik embun, suhu maksimum, dan juga suhu minimum. 
  2. Sedangkan TTT merupakan temperatur yang ditunjukan oleh termometer bola kering. 
  3. Suhu udara dalam persepuluhan derajat celcius. 
  4. Jika data suhu udara tidak ada di sandi 1////.
Contoh : Pada termometer bola kering menunjukkan suhu 24.8ᵒC, tentukan sandi 1SnTTT Sn = 0, TTT= 248 jadi 1SnTTT = 10248
 
2SnTTT
Grup ini adalah menunjukkan besarnya titik embun (TdTdT). Titik embun udara adalah temperatur yang harus dicapai agar mulai proses kondensasi. Artinya titik dimana uap air berkondensasi dan berubah menjadi awan.  Dalam menentukan titik embun, dapat menggunakan Tabel ataupun hitungan matematis. Rumus matematis sederhana dalam mencari titk embun adalah sebagai berikut : 

Rumus Td
  1. Jika data suhu titik embun tidak ada, dan kelembaban dapat diukur maka sandi 2SnTdTdTd di ganti dengan 29UUU Contoh RH=70% disandi 29070
  2. Jika suhu titik embun dan kelembaban tidak ada maka di sandi 2////
3PoPoPoPo dan 4PPPP
Grup sandi ini menunjukan tekanan udara di stasiun (tempat dilakukan pengamatan) yaitu 3PoPoPoPo dan tekanan udara diatas permukaan laut yaitu 4PPPP dalam persepuluhan milibar. 

Untuk mengamati tekanan udara, hal yang kita pertama lakukan adalah membaca termometer tempel pada Barometer. Termometer ini untuk menentukan koreksi tekanan QFE dan QFF. Namun tidak perlu khawatir tentang koreksinya, sudah terdapat tabel koreksi barometer untuk mencari QFE dan QFF.

Untuk mencari QFE dan QFF adalah dengan mengurangi tekanan yang terbaca pada barometer dengan nilai koreksi yang ada. Saat itu BMKG sudah menggunakan barometer digital sehingga observer tinggal membaca tekanan di stasiun dan tekanan yang diukur berdasarkan ketinggian diatas permukaan laut. 

Barometer

Berdasarkan barometer diatas terbaca tekanan di stasiun 1013.2 mb dan tekanan udara diatas permukaan laut 1014.5 mb. sehingga dalam penyandianya sebagai berikut :
3PoPoPoPo = 30132
4PPPP         = 40145

5appp
Sandi pad grup ini melaporkan perbedaan tekanan permukaan laut (QFF) selama 3 jam. Grup ini dilaporkan pada jam 00,03,06,09,12,15,18,21 UTC. Untuk sandi a, gambaranya dapat dilihat seperti pada Tabel di bawah ini 
Tabel Perubahan Tekanan 
Tabel Perubahan Tekanan

Contoh : Tekanan permukaan laut (QFF) pada jam 00 = 1014.8 mb, jam 01=1015.0 mb, jam 02=1015.2mb, jam 03=1015.4 mb. Karakteristik perubahan tekanan naik secara terus menerus Lalu untuk ppp adalah perubahan tekanan selama 3 jam dalam persepuluhan milibar. ppp = 1015.4 – 1014.8 = 0,6 disandi 006. jadi untuk 5appp = 52006
{next}

Seksi 1 (Part. 4)

Hujan merupakan suatu bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat yang berasal dari kondensasi yang jatuh dari awan menuju permukaan bumi.
iRiXhVV Nddff 1SnTTT 2SnTdTdTd 3PoPoPoPo 4PPPP 5appp 6RRRtR 7wwW1W2 8NhClCmCh
6RRRtR
Sandi 6RRRtR merupakan sandi hujan pada seksi 1. Terdapat 2 kali dalam sandi synop, yaitu pada seksi 1 dan seksi 3. Untuk Seksi 1, curah hujan yang dilaporkan adalah selama 6 jam terakhir dan 24 jam terakhir. 
  1. RRR sandi jumlah curah hujan selama jangka waktu yang ditentukan oleh tR
  2. tR sandi yang menunjukan selang waktu yang harus dilaporkan dalam RRR
  3. Untuk Indonesia dan Region V berlaku ketentuan sebagai berikut :
  • Untuk sandi RRR jam 00.00 UTC diisi jumlah curah hujan 24 jam yang lalu tR disandi 4
  • Untuk sandi RRR jam 06.00, 12.00, dan 18.00 UTC diisi jumlah curah hujan 6 jam yang lalu tR disandi 1
Hujan hanya dilaporkan setiap 3 jam sekali. Namun biasanya curah hujan yang dilaporkan adalah hujan 3 jam yang lalu, hujan 6 jam yang lalu dan hujan 24 jam yang lalu.  Untuk hujan 3 jam yang lalu, dilaporkan di jam-jam pengamatan hujan, untuk 6 jam yang lalu dilaporkan hanya pada jam utama. Khusus untuk hujan 24 jam yang lalu, hanya dilaporkan pada jam 00 UTC.  Terdapat beberapa sandi pada tR  ini, bisa dilihat sendiri pada Tabel 4019 TTP No. 38 TH 2006, namun yang biasa dipakai adalah 3 sandi, yaitu: 

Sandi tR
Jumlah curah hujan dinyatakan dalam persepuluhan milimeter. Namun untuk pelaporan RRR dan ditulis dalam milimeter penuh (pembulatan). Pembulatan dalam sandi RRR berlaku ketentuan sebagai berikut :
  • Angka persepuluhan = 0,1s/d 0,4 dibulatkan kebawah
  • Angka persepuluhan =0,5 s/d 0,9 dibulatkan ke atas
Pembulatan diatas berlaku untuk curah hujan yang lebih atau sama dengan 1 mm

Contoh : 23,4 dibulatkan menjadi RRR disandi 023, 18,5 dibulatkan menjadi RRR disandi 019

Untuk curah hujan yang kurang dari 1 mm berlaku pembulatan sebagai berikut :

Pembulatan
Group sandi 6RRRtR tidak perlu dilaporkan jika curah hujan = 0 dan tidak ada pengukuran hujan atau tidak ada data hujan. 

Contoh : Di Cilacap terjadi hujan pada jam 02.09 UTC. Hujan terjadi secara terus – menerus hingga jam 03.30 UTC. Setelah itu hujan berhenti hingga keesokan harinya. Saat jam 03 UTC dilakukan pengamatan curah hujan, terhitung 5,8 mm. Kemudian saat pengamatan curah hujan jam 06 UTC, terhitung 0,8 mm. Sehingga penyandianya adalag sebagai berikut :

Untuk Jam 03 UTC grup 6RRRt ini dilaporkan hanya pada seksi 3. Jam ini merupakan jam tambahan, jumlah curah hujan yang diamati hanya pada 3 jam terakhir, oleh karena itu untuk sandi tR=7. Curah hujan 3 jam terakhir 5.8 mm, sehingga RRR=006 (Pembulatan ke atas). Ingat juga, untuk jam tambahan , sandi 6RRRtR yang dilaporkan hanya pada seksi 3. Jadi sandi pada seksi 3, sandi  6RRRtR = 60067

Untuk Jam 06 UTC grup 6RRRt  dilaporkan pada seksi 1 dan 3. Jam ini merupakan jam utama, jadi jumlah curah hujan yang diamati adalah 6 jam terakhir. Pada saat jam 03 UTC telah diamati curah hujan 5.8 mm, lalu jam 06 UTC curah hujan 0.8 mm. Jadi total curah hujan 6 jam terakhir adalah 5.8+0.8= 6.6 mm. Untuk itu pada seksi 1, RRR=007(pembulatan ke atas).Untuk tR  pada seksi 1 adalah 1 (6jam terakhir). 

Untuk seksi 3, hujan yang dilaporkan adalah hujan yang terjadi 3 jam terakhir.. Langkahnya sama persis dengan jawaban jam 03 UTC tadi. Curah hujan 3 jam terakhir sebelum jam 06 UTC adalah 0.8 mm, jadi termasuk kurang dari 1mm, sehingga sandinya adalah 998. Untuk sandi tR, karena ini melaporkan hujan 3 jam terakhir, maka sandinya 7. Jadi pada jam 06 UTC pelaporan hujan di kedua seksi yaitu : 
Seksi 1    6RRRt   = 60071
Seksi 3    6RRRt   = 69987 

Untuk Jam 00 UTC ( keesokan harinya) (hujan hanya pada seksi 1).  Dikarenakan hujan sudah berhenti pada jam 03.30 UTC kemarin, maka tidak ada hujan 3 jam terakhir sebelum jam 00 ini, sehingga yang perlu dilaporkan hanya seksi 1.  Hujan yang dilaporkan pada jam 00 UTC adalah hujan 24 jam yang lalu. Curah hujan selama 24 jam yang lalu diketahui 6.6 mm. Jadi untuk sandi RRR=007 , sedangkan untuk sandi tR, karena ini melaporkan hujan 24 jam yang lalu, maka tR=4.  
Jadi pelaporan hujan pada jam ini adalah di seksi 1, yaitu   6RRRt    =  60074 
{next}
7wwW1W2
ww sandi kedaan cuaca pada saat jam pengamatan.  Kelompok ini berkaitan dengan sandi iX, jika sandi pada iX=1 (cuaca bermakna), maka grup 7wwW1W2 harus ada dalam pelaporan, namun bila iX =2 (cuaca tidak bermakna), 7wwwW tidak perlu dilaporkan. Rentang waktunya sama persis seperti pengamatan hujan, yaitu bila Jam utama dilihat hingga 6 jam terakhir, bila Jam tambahan dilihat hingga 3 jam terakhir, dan bila Jam biasa cukup  1 jam terakhir. 

Kelompok ini hanya melaporkan keadaan cuaca bermakna (significant weather) baik present weather atau past weather atau keduanya. Angka sandi 01, 02, dan 03 untuk ww dan 0, 1, dan 3 untuk W1W2 mengambarkan cuaca tidak bermakna. 

Sandi ww yang tidak bermakna yaitu :  
  • 01 ( jumlah awan yang menutupi langit berkurang)
  • 02 ( jumlah awan yang menutupi langit tetap )
  • 03 ( jumlah awan yang menutupi langit bertambah) 

Ketiga sandi ww tersebut diatas , sebenarnya tidak significant dan tidak perlu dilaporkan. Namun berbeda bila ternyata saat jam utama atau saat jam tambahan, bila terjadi cuaca bermakna apapun pada rentang waktu yang ditentukan, sandi ww otomatis juga akan ikut dilaporkan, walaupun sebenarnya yang dilaporkan adalah cuaca yang lalu (W1W2). Berikut sandi ww cuaca bermakna yang sering dilaporkan :
  • 04 terjadi asap
  • 05 terjadi kekaburan udara sehingga jarak pandang berkurang
  • 13 ada kilat terjadi, namun tidak ada suara gunturnya 
  • 14 ada hujan namun tidak di stasiun, dan hujan tersebut tidak sampai ke permukaan (fenomena Virga).

virga

Dalam ilmu meteorologi, virga adalah presipitasi atau hujan yang tidak sampai kepermukaan bumi karena menguap di atmosfir
  • 15 ada hujan namun tidak di stasiun, hujan tersebut sampai ke permukaan, jaraknya tidak lebih dari 5 km 
  • 16 ada hujan namun tidak di stasiun, hujan tersebut sampai ke permukaan, dan letaknya sangat dekat dengan stasiun
  • 17 terjadi guntur saat pengamatan
  • 21 terjadi hujan 1 jam sebelum pengamatan, namun saat pengamatan sudah tidak terjadi hujan lagi
  • 29 terjadi guntur 1 jam sebelum pengamatan, namun saat pengamatn sudah tidak terjadi guntur lagi
  • 60 terjadi hujan ringan saat pengamatan 
  • 61 terjadi hujan ringan terus-menerus sejak pengamatan jam sebelumnya
  • 62 terjadi hujan sedang saat pengamatan 
  • 63 terjadi hujan sedang terus-menerus sejak pengamatan jam sebelumnya
  • 64 terjadi hujan lebat saat pengamatan 
  • 65 terjadi hujan lebat terus-menerus sejak pengamatan jam sebelumnya
  • 91 terjadi hujan ringan saat pengamatan, namun sejam yang lalu terjadi guntur, saat jam pengamatan guntur sudah tidak ada 
  • 92 terjadi hujan lebat saat pengamatan, namun sejam yang lalu terjadi guntur, saat pengamatan guntur sudah tidak ada 
  • 95 terjadi guntur ringan + hujan saat pengamatan 
  • 97 terjadi guntur hebat + hujan saat pengamatan 
Berdasarkan TTP No 38 TH 2006 BMG, dalam kaitanya dengan sandi ww berlaku ketentuan sebagai berikut :
  1. Jika terdapat sandi ww dua atau lebih yang diutamakan adalah sandi ww yang tertinggi kecuali sandi ww=17 harus diutamakan terhadap sandi ww= 20 s/d 49
  2. Sandi ww= 01, 02, dan 03 dipakai jika cuaca cerah pada saat pengamatan dan sandi tersebut tidak ada batas tentang perubahan jumlah awan.
  3. Jika fenomena yang diamati tidak didominasi tetes tetes air maka dalam penentuan angka sandi tidak/tanpa melihat visibility
  4. Penggunaan sandi ww=05 apabila gangguan penglihatan didominasi oleh partikel-partikel kering yang terdapat dalam atmosfer (lithometeor) seperti debu, butir-butir garam dll
  5. Penggunaan sandi ww=11atau 12 jika visibility kurang dari 1000 meter
  6. Penggunaan sandi ww=18 jika hembusan angin kuat (squalls) adalah jika terjadi perubahan kecepatan angin yang semula kurang dari 16 knot berubah menjadi 22 knot atau lebih dan berlangsung minimal 1 menit
  7. Sandi ww=20 s/d 29 tidak dipakai jika pada waktu pengamatan ada precipitation
  8. sandi ww=28 jika visibility kurang dari 1000 meter
  9. Badaiguntur dianggap terjadi distasiun sejak guntur yang pertama terjadi/terdengar dengan ataupun tanpa disertai kilat atau endapan. Badai guntur dianggap telah berhenti jika selama 10-15 menit sejak guntur yang terakhir didengar tidak didengar lagi.
  10. Sandi ww=40 s/d 47 digunakan batas vivibility kurang dari 1000 meter yaitu jika halangan atau gangguan penglihata didominasi oleh tetes-tetes air atau butir butir es, sedangkan untuk sandi ww=48 atau 49 hanya didominasi oleh tetes air dengan visibility kurang dari 1000 meter
  11. Sandi ww=80 s/d 90 digunakan jika endapan berasal dari tipe showers dan terjadi pada waktu pengamatan
Shower dihasilkan dari awan konvektif dengan kriteria hujan datang secara tiba-tiba dan cepat berhenti. Meskipun Showers secara teknis adalah jenis hujan, Showers biasanya jatuh dari awan individu yang dapat dilihat di langit,  sehingga hujan bersifat lokal dan showers terjadi di tempat dimana dilakukan pengamatan.

Cloud
  • Endapan dikatakan terputus-putus (intermitten) jika selama periode 1 jam pernah terputus sekali atau lebih tetapi bukan type showers
  • Endapan dikatakan terus-menerus (continuous) jika selama periode paling sedikit 1 jam tanpa terputus
  • Intensitas endapan dikatakn ringan, sedang, atau lebat berdasarkan kejadian hujan pada saat dilakukan pengamatan

{next}

Sandi Synop Seksi 3 (Part 1)

Seksi 3
(1SnTxTxTx)/(2SnTnTnTn)   (5EEEiE)   (55SSS)  (55508)  (5F24F24F24)   (56DlDmDh)   (57CDaEc)   (58/59P24P24P24)   (6RRRiR)   (8NsCHsHs)   (80CHsHs) 

Sandi diatas diberi tanda kurung karena pada seksi 3 ini, tidak setiap pengamatan melaporkan semua unsur-unsur tersebut. Hanya pada jam 00 UTC saja dilaporkan semuanya. Sedangkan selain jam itu, dilaporkan grup sandi yang perlu saja.

Sn merupakan tanda suhu tersebut negatif atau positif
TxTxTx Sandi suhu udara maksimum dalam periode 24 Jam yang lalu dan dilaporkan dalam persepuluhan derajat celsius dan dilaporkan hanya pada jam 12.00 UTC

TnTnTn Sandi suhu udara minimum dalam periode 24 Jam yang lalu dan dilaporkan dalam persepuluhan derajat celsius dan dilaporkan hanya pada jam 00.00 UTC

5EEEiE
Sandi penguapan selama 24 Jam. Untuk grup ini, dilaporkan juga hanya pada jam 00.00 UTC. Alat ukur yang biasa digunakan di BMKG adalah Panci Terbuka (open pan) Klas A.

Open Pan Klas A

Panci penguapan kelas A merupakan alat yang paling banyak digunakan dan telah direkomendasikan oleh WMO (World Meteorological Organisation) dan IASH (International Association of Scientific Hydrology) sebagai panci referensi. Alat tersebut terdiri dari panci penguapan logam bergaris tengah 121.9 cm, tinggi 25.4 cm dilengkapi dengan ‘hook gauge’ untuk mengukur permukaan air. Selain itu, masih dilengkapi dengan termometer apung (floating thermometer), dan pengukur kecepatan angin (anemometer) (Harto, 1993).

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap laju penguapan (Harto, 199380).
  1. Temperatur. Untuk menguapkan 1 g air, diperlukan kurang lebih 540 kalori pada temperatur 100 derajat celcius. panas tersebut dapat bersumber dari radiasi matahari, panas yang tersedia di atmosfer (sensible heat), maupun dari dalam tanah, atau massa air itu sendiri.
  2. Angin. Disebutkan sebelumnya, bila udara di atas permukaan telah jenuh, maka penguapan akan terhenti sama sekali. Angin berfungsi memindahkan lapisan udara jenuh tersebut dan menggantikannya dengan lapisan udara lain, sehingga penguapan dapat berjalan terus.
  3. Kualitas air. Salinitas air menyebabkan menurunnya laju penguapan, sebanding dengan kadar salinitas air tersebut. Air laut dengan kandungan garam 2-3% mempunyai laju penguapan yang juga 2-3% lebih rendah dibandingkan degan air tawar.
Perhitungan penguapan (Eo) berdasarkan ketinggian air terhadap paku, yaitu ketinggian pengukuran awal (Po) dan ketinggian pengukuran akhir (P1), dibagi menjadi empat cara, yaitu (Nawawi, 2001) :
  1. Jika tidak terjadi hujan maka Eo=(Po-P1) mm
  2. Jika terjadi Hujan X mm dan Po>P1 maka Eo=(Po-P1)+X mm
  3. Jika terjadi hujan Ymm dan Po=P1 maka Eo=Y mm
  4. Jika terjadi hujan Z mm dan Po<P1 maka Eo=Z-(P1-Po) mm
Contoh :
pengukuran hari kemarin tinggi air (Po) adalah 30 mm dan terjadi hujan total 5 mm, kemudian pengukuran tinggi air hari ini (P1) 28 mm. Diketahui bahwa Po>P1 maka menggunakan cara ke 2 cara diatas yaitu Eo=(30mm-28mm)+5mm=7 mm.
EEE adalah sandi jumlah penguapan dalam 24 jam
Jumlah penguapan ini dinyatakan dalam satuan mm. Untuk pelaporan, dilaporkan dalam persepuluhan milimeter. Jadi tidak perlu dibulatkan. Contoh total penguapan selama 1 hari adalah 4,5 mm.. maka sandi EEE = 045.
iE sandi  pengenal jenis panci penguapan.
Untuk sandi lengkapnya bisa dilihat pada TTP NO. 38 TH 2006 BMG Tabel 1806. Namun yang biasanya dipakai hanya 2 sandi yaitu :
  • 0 panci terbuka tanpa adanya penutup
  • 1 panci tertutup biasanya menggunakan kawat
55SSS sandi yang menunjukan lamanya matahari bersinar dalam satu hari
Misal penyinaran matahari dalam 24 jam 3 jam 20 menit maka ditulis 3,3 jam. Angka 3 dibelakang sandi dihitung berdasarkan bahwa 1 jam 60 menit. sehingga jika lamanya penyinaran matahari lebih 20 menit maka 60:20=3, dan sandinya 55033.

(55508) (5F24F24F24F24)
(55508) angka untuk menunjukan dilaporkanya group  (5F24F24F24F24) yaitu radiasi surya langsung selama 24 jam yang dihitung dengan satuan Joule per cm persegi. Tidak semua stasiun memiliki alat  untuk mengukur besarnya radiasi matahari ( Actinograph  atau Piranometer).
56DlDmDh sandi yang menunjukan dari mana awan rendah (Dl), awan menengah (Dm) dan awan tinggi (Dh) bergerak.  Untuk awan yang diam ataupun tidak ada awan, maka sandinya adalah sandi 0. Awan yang dapat bergerak biasanya hanya jenis awan rendah saja karena awan menengah dan awan tinggi biasanya hasil pertumbuhan dari awan rendah yang melewati batas ketinggian awan rendah kecuali awan Cb ( cumulonimbus atau cumulus congestus ) yang tentunya geraknya vertikal.

(57CDaEc) 
C adalah jenis awan rendah yang memiliki pertumbuhan vertikal (awan konvektiv)
Da menunjukan arah sebenarnya awan rendah yang dilaporkan
Ec menunjukan sudut elevasi puncak awan
Semakin besar sudut elevasinya, maka menunjukkan bahwa awan tersebut terletak di dekat kita. begitu pula sebaliknya. Semakin sedikit elevasinya, maka berarti awan itu semakin jauh. 
{next}

Sandi Synop Seksi 3 (Part. 2)


Sandi Seksi 3
(1SnTxTxTx)/(2SnTnTnTn) (5EEEiE) (55SSS) (55508) (5F24F24F24) (56DlDmDh) (57CDaEc) (58/59P24P24P24) (6RRRtR) (8NsCHsHs) (80CHsHs)

(58P24P24P24) atau (59P24P24P24)
Grup ini merupakan selisih tekanan permukaan laut (QFF) dengan tekanan permukaan laut (QFF) satu hari sebelumnya (24 jam). Sandi ini HANYA dilaporkan pada Jam 00.00 UTC dan Jam 12.00 UTC.

(58P24P24P24), digunakan jika selisih tekanan bernilai positif
(59P24P24P24), digunakan jika selisih tekanan bernilai negatif
(P24P24P24), sandi selisih tekanan dalam periode 24 jam yang lalu dalam persepuluhan milibar

Pada tanggal 20 Januari 2014 jam 00.00 UTC tekanan QFF dari hasil pengamatan adalah 1018.2 mb dan Pada tanggal 19 Januari 2014 jam 00.00 UTC tekanan QFF dari hasil pengamatan adalah 1017.9 mb. Sehingga Selisih tekanan = 1018.2 – 1017.9 = 0.3 mb (Posisif). 

Karena perbedaan tekanannya bernilai positif, maka sandi digunakan adalah :58P24P24P24 sehingga sandinya adalah 58P24P24P24 =58003

(6RRRtR)
Adalah sandi data hujan dalam periode 3 jam yang lalu dan tR=7. Sandi ini dilaporkan tiap 3 jam yaitu 00, 03, 06, 09, 12, 15, 18, dan 21 UTC jika dalam periode 3 jam sebelumnya tersebut terjadi hujan.

(8NsCHsHs)
Sandi ini khusus untuk melaporkan awan tiap jenis dan tingginya masing-masing. Kelompok ini bisa dilaporkan 3 kali jika memenuhi syarat, atau bahkan bisa 4 kali dilaporkan apabila terdapat awan Cumulunimbus.

(Ns) 
Adalah bagian langit yang tertutup oleh jenis awan tertentu (C). Jenis awan dan sandinya adalah sebagai berikut :

Sandi 0 adalah jenis awan Cirrus

Sandi 1 adalah jenis awan CirroCumulus

Sandi 2 adalah jenis awan CirroStratus

Sandi 3 adalah jenis awan AltoCumulus

Sandi 4 adalah jenis awan AltoStratus

Sandi 5 adalah jenis awan Nimbostratus

Sandi 6 adalah jenis awan StratoCumulus

Sandi 7 adalah jenis awan Stratus

Sandi 8 adalah jenis awan Cumulus

Sandi 9 adalah jenis awan Cumulonimbus

Terdapat beberapa syarat khusus untuk awan yang dilaporkan pada grup ini, yaitu :

1.Jika ada lapisan awan terendah jumlah minimal 1 oktas

2.Jika ada lapisan awan kedua minimal 3 oktas

3.Jika ada lapisan awan ketiga, jumlah minimal 5 oktas

(HsHs) 
Adalah sandi tinggi dasar awan C, ketinggian dasar awan antara 30 m – 1500 m ( H = hshs : 30 ), H=tinggi awan

Contoh :
ketinggian dasar awan Cu = 450 m. Maka sandinya adalah 450:30 = 15
ketinggian dasar awan Sc = 600 m. Maka sandinya adalah 600:30 = 20
Ketinggian dasar awan antara 1800 m – 9000 m {( H= (hshs-50)x300

Contoh :
ketinggian awan As = 3000m, maka sandinya adalah 3000 = (HsHs-50) x 300
10 = HsHs – 50, 
HsHs = 10+50 = 60, 
Ketinggian antara 10.500 m – 21.000 m {( H = (HsHs-80)x1500+9000)).
Untuk sandi ini sangat jarang, karena biasanya tinggi awan di prakirakan maksimal 9000 m.

Contoh : 
Ketinggian Cs = 12000 meter Maka:
12000 = (HsHs-80)x1500 + 90000
12000-9000 = (HSHs -80) x 1500
3000 = (HsHs-80)x1500
2 = HsHs-80
HsHs = 80+2 = 82

(80CHsHs) 
Melaporkan jenis dan tinggi puncak awan. C adalah jenis awan konvektiv yaitu Cumulonimbus dan Cumulus. dalam penyandianya hampir sama dengan grup sandi 8NsCHsHs cuma bedanya HsHs dalam grup 80CHsHs adalah sandi tinggi puncak awan

Tidak ada komentar