Definisi
Awan adalah hydrometeor yang terdiri dari partikel-partikel kecil air cair atau es, atau keduanya, melayang di atmosfer dan biasanya tidak menyentuh tanah.
Penampilan Awan (Wujud)
Penampilan awan paling baik digambarkan oleh dimensi, bentuk, struktur, tekstur, pencahayaan, dan warnanya. Faktor-faktor ini dipertimbangkan di bawah ini untuk masing-masing bentuk awan yang khas.
Prinsip Klasifikasi Awan
Awan terus berevolusi dan muncul dalam berbagai bentuk yang tak terbatas. Namun, ada sejumlah bentuk karakteristik yang sering diamati di seluruh dunia, di mana awan dapat dikelompokkan secara luas dalam skema klasifikasi. Skema ini menggunakan genera, spesies, dan varietas dan juga menggunakan nama Latin.
Genera
Klasifikasi awan memiliki sepuluh kelompok utama, yang disebut genera.
Gambar 1 Ci |
Gambar 3 Cs | Gambar 4 Ac |
Gambar 5 As | Gambar 6 Ns |
Gambar 7 Sc | Gambar 8 St |
Gambar 9 Cb | Gambar 10 Cu |
Height, altitude, vertical extent
- Height (Tinggi ): Jarak vertikal dari titik pengamatan di permukaan bumi ke titik yang diukur.
- Altitude (Ketinggian): Jarak vertikal dari permukaan laut rata-rata ke titik yang diukur.
- Ketinggian/Ketinggian dasar awan: Untuk pengamatan di permukaan, ketinggian dasar awan di atas permukaan tanah; untuk pengamatan pesawat, ketinggian dasar awan di atas permukaan laut rata-rata (MSL)
- Luas vertikal: Jarak vertikal dari dasar awan ke puncaknya.
Levels
Awan umumnya dijumpai pada rentang ketinggian yang bervariasi dari permukaan laut hingga puncak troposfer (tropopause). Troposfer secara vertikal dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yang sebelumnya dikenal sebagai “Γ©tages”: tinggi, menengah dan rendah. Setiap tingkat ditentukan oleh kisaran ketinggian di mana awan dari genera tertentu paling sering muncul. Tingkat tersebut tumpang tindih dan batasnya bervariasi menurut garis lintang.
Sebagian besar awan terbatas pada levelnya dengan beberapa pengecualian berikut:
- Altostratus biasanya ditemukan pada tingkat menengah, namun sering kali meluas lebih tinggi;
- Nimbostratus hampir selalu ditemukan di tingkat menengah, tetapi biasanya meluas ke dua tingkat lainnya;
- Cumulus dan Cumulonimbus biasanya mempunyai alas di tingkat yang rendah, namun luas vertikalnya seringkali begitu besar sehingga puncaknya dapat mencapai tingkat menengah dan tinggi.
Ketika ketinggian awan tertentu diketahui, konsep tingkatan mungkin dapat membantu pengamat dalam mengidentifikasi awan tersebut. Genus dapat ditentukan dengan memilih salah satu genera yang biasa ditemui pada tingkat yang sesuai dengan ketinggiannya.
Technical Regulations, Volume I (WMO‐No. 49), 2019 edition .......
{next}
CUMULUS HUMILIS, merupakan awan jenis Cumulus (Cu) yang biasanya terjadi pada tahap awal pembentukan atau tahap menghilang. Awalnya jenis awan ini tumbuh secara sempurna namun terpecah oleh adanya angin yang cukup kuat (adanya turbulensi) dan kadang terlihat bergerak horizontal karena terbawa angin. Awan ini memiliki dasar awan horizontal yang cukup jelas tetapi tidak tampak dibagian atasnya bulatan yang menyerupai bunga col.
Dalam pelaporan hasil pengamatan masuk dalam kategori Cumulus 1 (Cu1) dan dilaporkan tinggi dasar awan tanpa peloran puncak awan.
Gambar 1 | Gambar 2 |
Technical Regulations, Volume I (WMO‐No. 49), 2019 edition .......Cumulus Congestus Bag.III
{next}
CUMULUS MEDIOCRIS ATAU CONGESTUS, Cumulus mediocris atau congestus, dengan atau tanpa Cumulus dari spesies fractus atau humilis atau Stratocumulus, dan semuanya memiliki dasar awan yang sama. Cumulus mediocris atau congestus adalah Cumulus dengan pertumbuhan secara vertikal pada tingkat sedang atau kuat, umumnya dengan tonjolan dalam bentuk kubah atau menara:
- Pada saat dasar awan tampak tidak teratur, hal ini menunjukan pada level dasar awan terjadi angin yang cukup kuat.
- Awan in memiliki dasar horisontal yang jelas dan bagian atasnya melengkung menyerupai bunga col; awan ini kadang berbentuk seperti menara.
- Sering terjadi hujan dalam bentuk showers
Dalam pelaporannya awan ini masuk kategori Cumulus 2 (Cu2) dan tinggi dasar awan maupun puncak awan juga dilaporkan.
{next}
AWAN CUMULONIMBUS
CUMULONIMBUS CAVUS, karakteristik utama calvus adalah bahwa puncak-puncak Cumulonimbus tidak memiliki garis-garis yang jelas dan belum nampak lapisan Anvil.
Ilustrasi: whsv.com
Awan ini biasanya tampak jauh dari lokasi pengamatan dan kemungkinan jika terjadi hujan tidak sampai ke lokasi pengamatan.
Dalam pelaporannya awan ini masuk kategori Cumulonimbus 3 (Cb3) dan baik dasar maupun puncak awan dilaporkan.
STRATOCUMULUS CUMULOGENITUS, sering terjadi dari perkembangan awan cumulus secara vertikal ketika mencapai lapisan stabil sehingga proses konveksi berhenti dan awan menyebar. Akan tetapi jika lapisan stabil tidak cukup kuat pertumbuhan awan akan berlanjut. Stratocumulus cumulogenitus dapat terbentuk dengan menyebar dari bagian atas awan Cumulus sebagai akibat dari wind shear yang cukup kuat. Stratocumulus cumulogenitus sering terjadi pada sore dan malam hari ketika konveksi berhenti dan puncak kubah awan Cumulus rata. Jika pada saat bersamaan terdapat awan Cumulonimbus maka di Sandi Cb3 atau Cb9. Tetapi Jika awan cumulonimbus tidak ada atau sudah menghilang di sandi Sc4 (Stratocumulus 4).
STRATOCUMULUS NON-CUMULOGENETUS, stratocumulus, yang dapat terjadi pada satu tingkat atau lebih, biasanya terdiri dari lembaran abu-abu atau keputihan atau lapisan yang hampir selalu memiliki bagian gelap. Jika terlihat kasar menunjukan adan wind shear dan turbulensi yang cukup kuat. Biasanya menghasilkan hujan ringan hingga sedang dalam tempo cukup lama (mendung seharian).
Dalam pelaporannya masuk dalam kategori Stratocumulus 5 (Sc5) dan hanya dasar awan yang dilaporkan.
Technical Regulations, Volume I (WMO‐No. 49), 2019 edition
(next}
CUMULUS DAN STRTOCUMULUS, memiliki dasar awan yang berbeda dengan awan cumulus dibawah stratocumulus. Dalam pelaporanya masuk dalam kategori CuSc8 dan hanya dasar awan yang di laporkan.

Gambar 1

Gambar 2
Cumulonimbus Capillatus Bag. VIII{next}
CUMULONIMBUS CAPILLATUS, Cumulonimbus capillatus berevolusi dari Cumulonimbus Calvus. Yang membedakan dari Cumulonimbus calvus (CL = 3) oleh penampilan bagian atasnya yaitu Cumulonimbus capillatus menunjukkan struktur yang jelas berserat atau lurik dan sering memiliki bentuk yang menyerupai landasan (anvil), bulu-bulu atau rambut yang sangat besar dan ini tidak dimiliki oleh Cumulonimbus Calvus.
Awan Cumulonimbus di sandi CL = 9, dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Cumulonimbus dengan dasar horizontal yang jelas
2. Sering terjadi kilat, guntur, dan bahkan kadang terjadi hujan es
3. Ketika suhu puncak mencapai 0° C akan menyebar menyerupai awan tinggi jenis Cirrus 3 (Ci3)
4. Awan yang sering terbentuk dari hasil penyebaran awan Cumulonimbus Capillatus adalah Cirrus, Altocumulus, Altostratus, Strocumulus
Pelaporan awan menengah Altocumulus Altostratus (AcAs7) sering disertai dengan adanya awan Cumulonimbus Capillatus (Cb9).
Ilustrasi : WMO.web



















